USAHA-USAHA MEMARTABATKAN BAHASA MALAYSIA

Malaysia dan Nusantara pastinya memiliki bahasa persatuan tersendiri, yakni bahasa Malaysia.
Bahasa Malaysia telah lama menjadi bahasa perhubungan atau lingua franca lebih 600 tahun yang lalu, dan dapat dikatakan lebih lama daripada bahasa Inggris yang hanya bermula pertengahan kurun ke-16.

Sejak tahun 1955, bahasa Malaysia telah dinobatkan sebagai bahasa kebangsaan negara dan telah menjadi bahasa resmi penduduk Malaysia sejak merdeka.

Pada tahun 1967, tepatnya sepuluh tahun setelah merdeka, bahasa Malaysia menjadi bahasa kebangsaan bahasa resmi yang termaktub dalam Perlembagaan Negara, yaitu Pasal 152.

Krisis baru yang melanda bahasa Malaysia ialah rakyat negara ini sendiri semakin menyingkirkan bahasa Malaysia yang merupakan bahasa kebangsaan.

Krisis ini berasal dari tanggapan yang salah oleh masyarakat tentang kemampuan bahasa Malaysia sebagai bahasa kemajuan negara Malaysia.

Faktor kedua berasal dari sikap orang Melayu itu sendiri. Hal ini berlaku demikian karena orang Melayu yang berkuasa telah menyingkirkan bahasa Malaysia dari rancangan pembangunan.

Mereka tidak ingin menyokong rancangan pembinaan sastra bahasa Malaysia. Jika keadaan ini dibiarkan terus, maka jangan terkejut jika negara ini terus tertinggal dalam arus kemajuan, kekurangan dalam bidang ilmu, teknologi, dan budaya serta akhirnya terkubur di negara sendiri.

Rata-rata para orangtua mendidik anaknya berbicara dalam bahasa Inggris, yang mana jika mereka tidak menguasai bahasa asing itu, mereka akan sulit mendapat pekerjaan.

 

USAHA-USAHA MEMARTABATKAN BAHASA MALAYSIA

 

Dalam dunia korporat, orang-orang Melayu sendiri malu untuk berbicara dalam bahasa Malaysia dengan bangsanya sendiri karena takut dikatakan kolot, ketinggalan zaman, atau tertinggal dalam arus teknologi modern.

Bangsa ini tidak berputus asa dalam menciptakan ilmu dan teknologi baru karena ilmu itu dapat diperoleh dan dibeli dari dunia lain dan juga ada dari barat atau timur sehingga bahasa Malaysia menjadi peniru atau pengguna.

Janganlah kita menuding jari kepada siapapun jika bahasa Malaysia disingkirkan karena kita sendiri yang enggan atau malu untuk menjadikan bahasa Malaysia sebagai bahasa sains dan teknologi, bahasa pencipta ilmu dan budaya atau bahasa beradab tinggi.

Masyarakat kita sendiri lebih mementingkan bahasa Inggris sebagai alat kemajuan.
Malah dalam percakapan sehari-hari dengan sendiri kita lebih berminat menggunakan bahasa Inggris walaupun penguasaan bahasa Inggris kita tidak begitu baik.

Selain itu, kebijakan individu yang tanpa batas semakin menyingkirkan kedudukan bahasa Malaysia sebagai bahasa pengantar di lembaga-lembaga pendidikan tinggi.
Pelajar-pelajar di sekolah menerima pendidikan bahasa Malaysia selama tiga belas tahun.

Setelah itu, mereka meninggalkan bahasa itu sendiri setelah lulus dari sekolah untuk melanjutkan pelajaran mereka ke perguruan tinggi swasta yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam pelajarannya.

Dalam usaha-usaha memartabatkan bahasa kebangsaan, Dewan Bahasa dan Pustaka merupakan badan utama yang memiliki peran yang amat penting dalam memartabatkan bahasa Malaysia sebagai bahasa kebangsaan dan bahasa resmi di Malaysia.

Melalui peran dan usaha yang dilakukan oleh Dewan Bahasa dan Pustaka, bahasa Malaysia telah digunakan dalam berbagai bidang, termasuk undang-undang, teknik, sains dan teknologi, ekonomi, perbankan, asuransi dan sebagainya.

Usaha ini terbukti dengan terbitnya buku-buku terminologi dan glosari dalam bahasa Malaysia yang mencakup berbagai bidang tersebut.
Sebelumnya, kebanyakan istilah yang digunakan diambil dari bahasa Inggris.

Usaha ini merupakan sebuah kesuksesan yang membanggakan. Hal ini sekaligus dapat membantu program pendidikan di pusat pendidikan tinggi.

Di samping itu, seluruh pekerja Dewan Bahasa dan Pustaka harus menggunakan bahasa kebangsaan dengan benar dalam semua ucapan resmi seperti ucapan dalam upacara pembukaan, pertemuan atau rapat umum.

Dewan Bahasa dan Pustaka seharusnya juga menjadi monitor dan menggerakkan semua kegiatan konstruksi dan pemantapan bahasa kebangsaan di seluruh negara, contohnya dalam proyek Sukan Komanwel dan Koridor Raya Multimedia.

Dalam konteks ini, Dewan Bahasa dan Pustaka hendaklah senantiasa menasehati, menegur, dan membimbing pemimpin pemerintahan, swasta, media cetak, atau media elektronik agar menggunakan bahasa Malaysia yang baik dalam semua kegiatan resmi.

Selain itu, untuk peran media massa juga tidak harus diperkecil. Media massa memiliki tanggungjawab sosial dalam cara memartabatkan bahasa melayu dan mendaulatkan bahasa Malaysia.

Pujian dan sanjungan harus diberikan kepada stasiun penyiaran TV3 karena masih terus menggunakan bahasa Malaysia dalam kebanyakan siaran.

TV3 merupakan stasiun penyiaran yang mula-mula menggunakan bahasa baku walaupun kini tidak lagi dan begitu juga harapan kita kepada RTM.

Walaupun pihak RTM telah memulai penyebutan standar istilah asing, namun usaha itu masih belum boleh dibanggakan.

Oleh karena itu, diharapkan kepada stasiun-stasiun televisi baru ini dapat bersama-sama memartabatkan bahasa Malaysia di negara ini.

Di samping itu, mahasiswa lembaga pendidikan tinggi perlu memainkan peran yang proaktif untuk memartabatkan bahasa Malaysia.

Hal ini dikarenakan mahasiswa perlu bergerak bersama-sama dalam memperkuat bahasa Malaysia dalam semua bidang ilmu.

Menurut Bapak Mahadzir Mohd Khir, Wakil Menteri Pendidikan, beliau mengatakan bahwa langkah-langkah yang dijalankan oleh mahasiswa dengan menganjurkan Minggu Bahasa Malaysia di lembaga pendidikan tinggi dalam kegiatan kebahasaan akan menarik minat dan memupuk kecintaan orang ramai terhadap bahasa Malaysia.

Keterlibatan mahasiswa yang peka terhadap keperluan dan perubahan sejalan dengan peranan mahasiswa sebagai penggerak pembangunan masyarakat harus diberikan pujian.

Minggu Bahasa Malaysia yang dianjurkan oleh mahasiswa dapat mendaulatkan bahasa ibunda di samping memupuk kecintaan terhadap bahasa Malaysia dalam kalangan generasi masa ini.

Pendidik di negara ini juga turut memainkan peran yang penting dalam memartabatkan bahasa melayu serta meningkatkan mutu pendidikan bahasa Malaysia.

Pendidik hari ini telah dipertanggungjawabkan melaksanakan konsep bahasa Malaysia dalam kalangan masyarakat.
Peranan pendidik bahasa adalah penting karena mereka juga bertanggungjawab membimbing guru mata pelajaran lain.

Peran para pendidik lebih penting dalam memartabatkan bahasa Malaysia karena dalam kurikulum pendidikan bahasa, tujuan utama adalah untuk melahirkan pelajar yang senantiasa menggunakan bahasa Malaysia yang baik dan membanggakan.

Selain itu, dalam konteks sikap yang lebih luas, nilai-nilai masyarakat yang positif perlu diterapkan melalui pendidikan bahasa.

Sehubungan dengan itu, peran sektor swasta dalam memartabatkan bahasa Malaysia sangat diterima.
Sektor swasta harus peka dan menganjurkan lebih banyak kegiatan bahasa di luar negeri seiring dengan promosi bisnis atau produk masing-masing.

Kegiatan promosi dan pemasaran secara terancang akan memberikan kembali hasil yang menarik perkembangan bahasa Malaysia sebagai bahasa ekonomi, sains, dan teknologi.

Papan nama dan iklan yang mempromosikan suatu produk harus menggunakan kata-kata bahasa Malaysia yang baik dan benar dalam semua kegiatan resmi.

Dengan cara ini, kita akan dapat mendaulatkan dan memartabatkan bahasa Malaysia bukan saja di negara kita melainkan di dunia.

Menurut Wakil Menteri Pendidikan, orang Malaysia sendiri harus membenarkan prilaku, sikap, respon, dan semangat mereka terhadap bahasa Malaysia.

Jika tidak kita maka siapa lagi yang akan bertanggungjawab memperjuangkan dan mendaulatkan bahasa Malaysia yang menjadi bahasa kebangsaan?

Beliau juga menyarankan suatu pertemuan besar antara orang-orang Malaysia yang terdiri dari pemimpin politik, cendekiawan, ahli bisnis, dan sebagainya perlu diadakan untuk membicarakan segala masalah yang mengancam bahasa Malaysia saat ini.

Sebenarnya, isu memartabatkan bahasa malaysia sebagai bahasa kebangsaan sama seperti nasib sosial dan budaya kebanyakan orang Malaysia.

Oleh karena itu, orang-orang Malaysia harus bangun menjadi penegak bahasa Malaysia, bahasa yang menjadi tonggak bangsa.

Kesimpulan dari perbincangan di atas, langkah-langkah yang konkrit dan pragmatik perlu diambil dalam cara memartabatkan bahasa malaysia.
Dikatakan demikian karena bahasa Malaysia ialah bahasa kebangsaan.

Hakikat ini perlu disadari dan diakui oleh seluruh rakyat Malaysia.
Kepentingan bahasa ini tidak dapat diperdebatkan lagi, sebaliknya setiap individu harus memanfaatkan masa mereka untuk mempelajari dan menguasai bahasa Malaysia dengan baik.

Cara itulah yang terbaik dalam usaha memartabatkan bahasa melayu yang ternyata memberikan faedah yang besar kepada persatuan rakyat dan teknologi Malaysia.

Jika tidak, generasi yang akan datang akan ketinggalan dan dijajah oleh kekuatan-kekuatan Barat yang menggunakan bahasa asing.
Karena sesungguhnya, bahasa adalah jiwa bangsa.

Related Post to USAHA-USAHA MEMARTABATKAN BAHASA MALAYSIA