Contoh dan Cara Membuat Surat Izin Usaha Perdagangan

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai contoh surat izin usaha perdagangan dan juga cara membuatnya.

Jika kalian ingin melakukan kegiatan usaha perdagangan, yang mana merupakan salah satu langkah awal ialah kalian harus mendaftarkan keberadaan kegiatan usaha tersebut.

Dan kalian akan mendapatkan izin dalam menjalankan bisnis perdagangan.

Izin ini sendiri untuk menjalankan usaha yang dinamakan Surat Izin Usaha Perdagangan atau yang biasa kita dengar dengan istilah SIUP.

Surat Izin Usaha Perdagangan atau SIUP diperlukan dan wajib bagi orang perseorangan atau badan usaha yang akan mendirikan sebuah usaha perdagangan.

Walau kalian hanya pedagang regional dalam skala kecil maka sebaiknya kalian juga harus memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan atau SIUP.

Ini dikarenakan pemegang SIUP tidak hanya pedagang dengan skala besar yang lingkup perdagangannya sampai atau bahkan hingga lintas negara melainkan semua jenis perdagangan.

Sebelum kita membahas mengenai contoh surat izin usaha ini, kita perlu mengetahui tentang jenis – jenis dari surat ini terlebih dahulu.

Jenis – jenis Surat Izin Usaha Perdagangan

SIUP ini sendiri dikelompokkan menjadi tiga kategori berdasarkan besarnya modal yang digunakan dalam pendirian usaha, yakni :

1. SIUP Besar :
untuk sebuah perusahaan dengan modal di atas Rp500.000.000

2. SIUP Menengah:
untuk sebuah perusahaan dengan modal berkisar antara Rp200.000.000 – Rp500.000.000

3. SIUP Kecil:
untuk sebuah perusahaan dengan modal dan kekayaan bersih pemilik lebih kecil atau sama dengan Rp200.000.000

Pengurusan Surat Izin Usaha Perdagangan atau SIUP ini sama seperti pengurusan berbagai surat izin usaha lainnya.

Yang mana dapat dilakukan di Kantor Dinas Perdagangan tingkat kabupaten / kotamadya, di Kantor Pelayanan Perizinan setempat (di beberapa daerah ada Kantor Badan Pelayanan Perizinan Terpadu / BP2T).

Persyaratan Administrasi Pembuatan SIUP

1. Untuk Perseroan Terbatas (PT)

a. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk atau KTP Direktur Utama atau Penanggung Jawab Perusahaan atau bisa juga pemegang sahamnya.

b. Fotokopi Kartu Keluarga atau KK, sebab ini diperlukan jika penanggung jawabnya seorang perempuan.

c. Fotokopi NPWP
d. Surat Keterangan Domisili atau SITU

e. Fotokopi Akta Pendirian PT yang telah disahkan oleh Menteri Hukum dan HAM.

f. Fotokopi Surat Keputusan Pengesahan Badan Hukum yang diterima dari Menteri Hukum dan HAM

g. Surat Izin Gangguan (HO)
h. zin Prinsip

i. Neraca perusahaan
j. Pasfoto Direktur Utama atau Penanggung Jawab atau bisa juga pemilik perusahaan dengan ukuran 4 x 6 (2 lembar)

k. Materai Rp6.000
l. Izin teknis dari sebuah instansi terkait jika diminta.

2. Untuk Koperasi

a. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) Dewan Pengurus dan juga Dewan Pengawas Koperasi.
b. Fotokopi NPWP

c. Fotokopi Akta Pendirian Koperasi yang telah disahkan oleh instansi yang berwenang.

d. Daftar susunan Dewan Pengurus dan Dewan Pengawas
e. Fotokopi SITU dari Pemerintah Daerah (Pemda)

f. Neraca koperasi
g. Materai senilai Rp6.000

h. Pasfoto Direktur Utama / Penanggung Jawab atau pemilik perusahaan dengan ukuran 4 x 6 (2 lembar)

i. Izin lain yang terkait (Misalnya jika usaha kalian menghasilkan limbah, maka kalian harus memiliki izin AMDAL dari Badan pengendalian Dampak Lingkungan Daerah) setempat.

3. Untuk Perusahaan Perseorangan

a. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) pemegang saham perusahaan tersebut.

b. Fotokopi NPWP
c. Surat keterangan domisili atau SITU

d. Neraca perusahaan
e. Materai senilai Rp6.000

f. Foto Direktur Utama / Penanggung Jawab atau pemilik perusahaan dengan ukuran 4 x 6 cm (2 lembar).
g. Izin lain yang terkait usaha yang dijalankan.

4. Untuk Perusahaan Perseroan Terbuka (Tbk)

a. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) Direktur Utama / Penanggung Jawab / pemilik perusahaan.

b. Fotokopi SIUP sebelum menjadi perseroan terbuka

c. Fotokopi Akta Notaris Pendirian dan Perubahan perusahaan dan surat persetujuan status perseroan tertutup menjadi perseroan terbuka dari Departemen Hukum dan HAM

d. Surat keterangan dari Badan Pengawas Pasar Modal bahwa perusahaan yang bersangkutan telah melakukan penawaran umum secara luas dan terbuka.

e. Fotokopi Surat Tanda Penerimaan Laporan Keuangan Tahunan Perusahaan (STP-LKTP) tahun buku terakhir.

f. Foto Direktur Utama / Penanggung Jawab atau pemilik perusahaan dengan ukuran 4 x 6 cm (2 lembar).

Perlu kalian ingat, bila tempat kegiatan usaha bukan milik sendiri maka harus dilengkapi dengan Surat Izin Pemilik sebagai bukti ketidakkeberatan penggunaan tanah atau bangunan yang dimaksud.

Surat Izin ini ditanda tangani diatas materai dan cukup sebagai bukti perjanjian sewa-menyewa antara pemilik tempat dengan pelaku usaha.

Prosedur Pembuatan SIUP

1. Mengambil sebuah formulir pendaftaran atau surat permohonan di Kantor Dinas Perdagangan

Sebagai pemilik sebuah perusahaan dapat datang langsung ke Kantor Dinas Perdagangan atau Kantor Pelayanan Perizinan setempat.

Jika sibuk atau berhalangan untuk mengurus, maka dapat mengurusnya melalui orang yang sudah diberi kuasa.

2. Formulir pendaftaran diisi dan ditandatangani

Formulir pendaftaran atau surat permohonan ini telah disediakan oleh Kantor Dinas Perdagangan.

Silakan kalian isi dengan benar dan lengkap, selanjutnya ditanda tangani diatas materai Rp6.000 oleh Pemilik atau Direktur Utama atau Penanggung Jawab perusahaan.

Formulir yang telah diisi dengan lengkap selanjutnya difotokopi sebanyak 2 rangkap dan digabung dengan berkas persyaratan administrasi yang telah diuraikan di atas.

3. Membayar tarif pembuatan SIUP

Tarif pembuatan SIUP ini sendiri berbeda-beda untuk setiap kotamadya atau kabupaten, dan diatur oleh Peraturan Daerah di masing-masing wilayah.

4. Pengambilan SIUP

Waktu menunggu untuk jadinya SIUP ini umunya dalam waktu sekitar dua minggu.

Nanti setelah SIUP ini sudah jadi, maka akan dihubungi oleh petugas dan kalian dapat datang ke kantor tempat kalian mengurus SIUP tersebut untuk mengambilnya.

Jika kalian menggunakan jasa orang lain untuk mengurus pembuatan SIUP, maka wajib melampirkan surat kuasa bermaterai yang ditanda tangani oleh pemilik / Direktur Utama atau Penanggung Jawab perusahaan.

Contoh Surat Izin Usaha Perdagangan
Contoh dan cara membuat surat izin usaha perdagangan

Nah, itulah tadi artikel yang dapat saya bagikan kali ini kepada teman-teman semua mengenai contoh surat izin usaha dan cara membuat surat izin usaha perdagangan.

Semoga dapat bermanfaat bagi kalian semua yang membaca dan jangan lupa untuk membaca artikel-artikel saya yang lainnya ya.

Related Post to Contoh dan Cara Membuat Surat Izin Usaha Perdagangan