CAPM Adalah? Required Rate Of Return Adalah?

Setelah kita memahami tentang WACC sebagai sumber modal utama perusahaan, mari kita pahami bagaimana menilai sebuah aset perusahaan.

Salah satu metode untuk menentukan suatu aset perusahaan di perlukan rumus perhitungan tertentu, salah satu rumus perhitungan nilai sebuah aset perusahaan adalah CAPM.

Pengertian CAPM

capm

Capital Asset Pricing Model atau yang lebih kerap di sebut CAPM merupakan suatu model untuk menghitung rate of return (pengembalian suatu aset) dengan mempertimbangkan risiko-resiko (required rate of return) dapat terjadi pada sebuah perusahaan.

CAPM biasa digunakan untuk  menghitung ROE (Return on Equity), COE (Cost of Equity) atau harga bagi suatu perusahaan ataupun juga harga suatu aset yang berisiko seperti saham dan lain sebagainya.

Rumus CAPM

Masi langsung saja kita lihat rumus CAPM berikut:

CAPM = Rf + Beta * (Rm – Rf)

Diketahui,

Rf merupakan Risk free.

Beta merupakan  tingkat risiko perusahaan.

Rm merupakan  market risk atau risiko pasar ataupun return pasar dari aset yang diperhitungkan.

Untuk lebih jelasnya mari kita simak penjelasan berikut:

Risk free meruapakan suku bunga obligasi pemerintah yang benar-benar bebas dari resiko. Namun tidak semua selalu bebas dari resiko karena rating kredit untuk Indonesia sendiri pun tidak A sempurna melainkan masih berkisar BBB.

Akan tetapi karena sangat sulit untuk mencari suku bunga yang dari bebas risiko, kita tetap disarankan untuk menggunakan Obligasi yang diterbitkan pemerintah seperti SUN dan SBI maupun obligasi lainnya.

Pengalaman saya yang juga sudah dilakukan oleh banyak analis menggunakan SUN dengan tenor benchmark selama 5,10,15 dan 20 tahun.

Untuk melakukan valuasi sebuah proyek dapat disesuaikan dengan SUN bertenor sesuai dengan akhir valuasi proyek  tersebut, contohnya saja proyek dihitung hingga 10 tahun dapat menggunakan SUN yang jatuh tempo 10 tahun.

Market risk juga dapat dicari dengan memperhatikan return dari pasar. Sesuai dengan yang saya jelaskan pada post sebelumnya untuk mencari return saham, dapat juga menggunakan data dari pasar untuk mencari return pasar.

Untuk data mencari return pasar dapat menggunakan data IHSG maupun data sektoral, seperti sektoral manufaktur, perkebunan dan lain sebagainya.

CAPM sekarang menjadi acuan dasar untuk menentukan harga atau tingkat kewajaran untuk sebuah return saham. Akan tetapi karena tidak semua perusahaan memiliki modal dari equity saja.

Melainkan juga terdapat modal ke bank sehingga wajib mempertimbangkan COD atau cost of Debt. Untuk mempertimbankan keduanya kita akan membutuhkan WACC atau Weighted Average Cost of Capital.

WACC  dapat di lihat pada postingan sebelumnya.

Demikianlah penjelasan singkat seputar CAPM, semoga saja artikel ini dapat memberikan manfaat bagi seluruh pembacanya dan menambah wawasan kita semua.

Terima kasih dan salam sukses

Related Post to CAPM Adalah? Required Rate Of Return Adalah?