Bursa vs Otc

Dalam tulisan mengenai pasar modal dijelaskan bahwa jika kita ingin membeli instrument pasar modal (saham, obligasi, atau investasi jenis lainnya), kita harus menghubungi sebuah Perusahaan Efek yang sudah menjadi angota Bursa Efek.

Perusahaan Efek adalah sebuah perusahaan yang memperoleh ijin sebagai pihak ketiga (perantara) dalam jual beli efek.

Efek merupakan sebutan lain yang kerap digunakan oleh para pebisnis yang menunjukkan surat berharga jangka panjang seperti saham ataupun obligasi).

Dalam pelaksanaan jual beli efek, Perusahaan Efek dapat melakukan melalui Bursa Efek ataupun diluar Bursa Efek.

Jika jual beli dilakukan melalui Bursa Efek transaksinya disebutdengan transaksi bursa, namun jika jual beli dilakukan di luar Bursa Efek maka sering disebut dengan OTC(Over The Counter).

Lantas mana yang lebih menguntungkan ? tergantung beberapa hal, mari kita simak penjelasan berikut:

sekarang ini, bursa efek tidak lagi berupa sebuah ruangan tempat berkumpulnya para pedagang seperti dulu.

Dahulu, ketika awalnya terbentuknya bursa efek, setiap pedagang melakukan transaksi dengan cara saling berteriak satu sama lain dalam sebuah tempat (ruangan) untuk mengajukan penawaran jual/beli barang dagangan mereka (atau yang lebih dikenal outcry).

Sehingga untuk menentukan harga suatu barang dilakukan dengan cara lelang (auctions) barang dagangan tersebut. Bagi yang jual barang lebih murah maka akan dijadikan harga prioritas begitu juga bagi pembeli yang membayar dengan harga tertinggi maka akan dijadikan harga prioritas.

bursa

Karena peserta lelang jumlahnya tidak sedikit, agar lelang dapat berjalan dengan tertib maka bursa efek menetapkan siapa saja yang lebih dulu menyampaikan tawaran maka akan menjadi prioritas. Selain harga jual yang rendah dan harga beli yang tinggi, ternyata waktu juga menjadi prioritas.

Sehingga bursa zaman dahulu sering disebut transaksi bursa penganut azas prioritas waktu dan harga (time and price priority).

Berbeda dengan yang sekarang ini, Bursa Efek sudah tidak selalu berarti “tempat” untuk menawarkan barang melainkan dapat berupa sarana untuk mempertemukan tawaran jual dan tawaran beli, baik elektronik maupun sarana lainnya.

Transaksi Bursa pada umumya dilakukan dengan kemasan yang dipaket. Pembeli tinggal pilih ingin membeli berapa banyak paket.

Sangat berbeda dengan dipasar tradisional pada umumnya, barang belum dibungkus atau dipaket sehingga pembeli dapat membeli dalam jumlah yang lebih kecil seperti 1 kg, 0,5 kg, ataupun ukuran lain sesuai kebutuhan.

Demikian segelumit penjelasan singkat awal terbentuknya bursa.

Perbedaan bursa dengan OTC terlihat sangat jelas, jika OTC pembeli bebas menentukan harga dan jumlah sesuai dengan negosiasi (tawar menawar).

Sangat berberbeda dengan Transaksi Bursa, yang mengharuskan kita ikut ketentuan yang sudah di tetapkan bursa mengenai harga dan jumlah.

Efek yang sering ditransaksikan dibursa adalah saham, obligasi dan turunannya. Saham atau obligasi tersebut ditransaksikan di bursa menggunakan spesifikasi periode tertentu. Misalnya satuan perdagangan ditetapkan 400 saham (round lot), setiap tawar menawar ditetapkan dalam kelipatan Rp 40,- (fraksi harga).

Kita hanya tingal minta kepada perantara jual/beli dengan menyebutkan jumlah lot yang kita inginkan (misalnya 5 lot, 10 lot, 15, dst) dengan harga yang kita anggap sesuai.

Harga normal atau harga yang baik biasanya merupakan harga hari ini yang telah ditambah dan kurangkan persepsi masa yang akan datang.

Biasanya para investor membeli saham karena berkeyakinan harga saham tersebut akan naik di masa yang akan datang (besok, lusa, bulan depan, tahun depan atau bahkan mungkin sore ini), sehingga pemilik saham tersebut dapat memperoleh keuntungan.

Masih ingat “risiko” ? . Nah panjangnya waktu (masa) juga akan tergantung kepada kemampuan seseorang untuk menanggung risiko.

jika transaksi bursa dilakukan berdasarkan ketentuan yang sudah ditetapkan oleh Bursa Efek, maka di OTC kegiatan tawar menawar lebih bebas dilakukan antar penjual dan pembeli, begitu juga jumlah saham sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Boleh diluar ketentuan round lot (400 saham), misalnya 370 saham (sering disebut odd lot) atau bahkan dapat dalam jumlah yang lebih besar hingga jutaan saham (disebut block sale).

Transaksi Bursa biasanya ditetapkan pada waktu-waktu tertentu sedangkan OTC bebas kapan dan dimana saja, dapat dilakukan lewat tilpon atau media komunikasi lainnya. Tidak harus melalui sarana bursa efek.

Dari penjelasan singkat di atas dapat dipamahami berbagai kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Transaksi bursa pada umumnya lebih memiliki banyak peserta jika di bandingkan dengan OTC, karena setiap pelaku tidak perlu repot-repot mencari calon penjual maupun pembeli yang sudah dikenal, hanya cukup ikut dalam pasar lelang dengan ketentuan yang sudah berlaku.

Selain itu, harga sebuah saham juga lebih wajar dan transparan karena dilakukan melalui lelang terbuka yang diikuti oleh banyak peserta.

Sedangkan transaksi OTC, kita diharus mencari calon pembeli atau penjual yang memiliki minat yang sama dengan apa yang ingin kita jual atau beli. Baik dari sisi jumlah maupun harganya.

Sehingga harga yang di bandrol tidak menjamin itu adalah harga yang sewajarnya dan tidak transparan kepada orang banyak.

Walaupun demikian, kelebihan OTC adalah dapat dilakukan kapan dan dimana saja, sesuai dengan kebutuhan kita,  lebih mudah dilakukan ketika dalam keadaan mendesak.

Semoga saja artikel ini dapat membantu dalam pencarian informasi mengenai kelebihan dan keurangan bursa dan OTC.

Sekian dan terima kasih

 

Related Post to Bursa vs Otc