Bagaimana Mencari Return Saham dan Pasar

Bagaimana Mencari Return Saham dan Pasar
Bagaimana Mencari Return Saham dan Pasar

Bagaimana Mencari Return Saham dan Pasar jika kita hendak terjun kedunia saham, sebaiknya kita harus mengamati berbagai aspek yang ada di dalamnya. Seperti pepatah lama mengatakan” lebih baik 2 jam mengasah pedang dan 1 jam untuk menebang dari pada 3 jam menebang pohon dengan pedang yang tumpul”.

2 jam kita mengasah dan 1 jam menebang maka pohon akan tumbang sedangkan 3 jam kita menebang dengan pedang yang tumpul, pohon belum tentu tumbang sementara tenaga sudah habis terkuras.

Kita harus melakukan berbagai pengamatan sebelum memutuskan mengeluarkan modal kita untuk membeli saham agar kita terhindar dari berbagai kemungkinan buruk yang dapat merugikan kita nantinya.

Salah satu hal yang perlu kita perhatikan adalah harga sebuah saham dan return dari saham tersebut.

Price dan value

Price adalah harga dari sebuah saham yang di pengaruhi oleh permintaan pasar, jika permintaan pasar semakin tinggi akan produksi sebuah perusahaan maka akan membuat harga saham perusahaan tersebut akan semakin meningkat.

Sedangkan value adalah harga sebuah seham berdasarkan modal pembuatan barang yang di produksi, value lebih cendrung kapada kualitas yang dihasilkan. Meskipun permintaan besar value tidak akan mengalami kenaikan selama modal dan kualitas tetap sama dengan yang sebelumnya.

Misalnya saja perusahaan yang memproduksi jam tangan, perusahaan tersebut membutuhkan modal Rp100.000 untuk memproduksi 1 jam tangan dengan kualitas yang memadai dan perusahaan tersebut memasarkan jam tersebut dengan harga Rp150.000/jam

Setelah beredar ternyata permintaan pasar meningkat sehingga harga jam naik menjadi Rp200.000, dan harga sahampun turut naik dari yang sebelumnya. Lantas apakan kenaikan harga tersebut membuat harga produksi dan kualitas jam tangan tersebut berubah?.. tentu saja tidak, harga inilah yang disebut value.

 

Jika kita sudah memahami perbedaan price dan value, setelah itu yang perlu kita perhatikan adalah cara menghitung return dari saham yang akan kita beli. Return saham adalah selisih harga jual dengan harga beli saham, return dapat berupa negatif yang berarti kita mengalami kerugian dan positif yang berarti kita memperoleh keuntungan.

Agar kita memperoleh keuntungan maka kita harus melakukan perhitungan dengan benar sebelum membeli saham yang kita inginkan, kita harus memperhatikan harga saham yang sekarang dan harga yang kemarin.

Misalnya:

Pada tanggal 28 Maret 2017 sebuah saham di jual dengan harga Rp1.500 perlembarnya, dan harga saham penutupan Februari 2017 Rp1.000.

Maka Rp1.500 – Rp1.000 = Rp500 : Rp1.000 = 0.5 x 100 = 50%

Dari contoh di atas dapat di simpulkan bahwa harga saham tersebut mengalami kenaikan 50% dari harga awal beli.

Untuk menghitung saham yang lebih dari 2 maka sebaiknya kita menggunakan program microsoft excel agar lebih mempermudah dan cepat dengan menggunakan perhitungan yang saya jelaskan di atas.

Kesimpulan

Jika kita baru mulai ingin terjun ke dunia saham, sebaiknya kita harus memperhatikan berbagai aspek di dalamnya, dari mulai istilah-istilah yang di gunakan, cara menghitung dan analisa, bahkan prospek saham di masa yang akan datang.

Jika kita sudah melakukan analisa yang benar maka dapat di pastika kamu akan memperoleh keuntungan dari saham kamu beli tersebut, jika mengalami kegagalan harap kita introspeksi diri sendiri, mungkin saja masih ada yang salam dalam perhitungan yang kita lakukan.

Semoga artikel ini bermanfaat dan mudah untuk di pahami, silahkan shere ke teman-teman lain yang membutuhkan. Terima kasih dan salam sukses.

Related Post to Bagaimana Mencari Return Saham dan Pasar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *